Followers

Statistik

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

By Google

Resesi Ekonomi, AS pernah mengalaminya

Posted by bojezh Sabtu, 17 Maret 2012 0 comments
Klik dan Lihat Gambar!

Pengertian Resesi Ekonomi.

Resesi Ekonomi adalah suatu keadaan dimana ekonomi suatu Negara menjadi lumpuh oleh karena daya beli masyarakat menurun drastis.

Resesi Ekonomi AS

Amerika Serikat (AS) adalah Negara besar yang pernah mengalaminya. Dampaknya bisa dirasakan secara lokal ataupun lebih luas lagi oleh Negara lain, tak terkecuali, dan telah membuat Abnormalitas sistem ekonomi mereka. Penyebaran dampak itu terjadi karena AS adalah Negara yang sangat berpengaruh besar atas Negara lain. Amerika Serikat bagaimanapun menjadi barometer dunia. Ketika perekonomian di sana beres, dunia pun aman. Sedangkan Abnormalitas sistem ekonomi diakibatkan oleh kepanikan pasar menanggapi goncangan yang terjadi di AS tersebut. Sistem Ekonomi yang dulunya sebagian besar dipengaruhi dengan Supply dan Demand, kini berbalik dengan pengaruh spekulasi diantara para spekulan. Dalam teori seharusnya harga komoditi akan turun jika supply meningkat, namun kenyataannya harganya justru bertambah naik. Teori ekonomi dasar sudah tidak berguna lagi.

Melihat hal ini, dunia investasi menjadi kacau, dan sangat membingungkan. Para investor bingung untuk mengambil keputusan berinvestasi. Disatu sisi mereka masih percaya pada teori ekonomi yang betentangan dengan apa yang sebenarnya terjadi di dunia nyata. Namun jika tidak mengikutinya dan lebih memilih pada keadaan pasar yang berlawanan arus, bisa jadi keadaan berbalik 180 derajat, kembali pada teori awal. Tapi kalau tidak diikuti keadaan pasarnya, maka investor bias jadi kehilangan moment penting.

Harga komoditas dunia merangkak naik secara tidak normal, efek dominonya pun terasa hingga pada asumsi inflasi Negara ini. Seperti yang kita tahu bahwa indikator inflasi adalah lonjakan harga. Harga barang kebutuhan masyarakat melonjak, dan lonjakan ini telah membuat ancaman inflasi yang tinggi bagi negeri ini yang dikhwatirkan dalam 2 (dua) digit angka.

Kejadian ini memang adalah kejadian ekonomi yang tidak pernah terjadi sebesar ini sebelumnya, kejadiaan yang unik dan tak terduga. Kejadian ini merupakan rangkaian siklus ekonomi yang akan terus berjalan naik dan turun. Para ekonom dapat menarik manfaat dari fenomena ini, karena pastinya ia kemungkinan besar akan berulang lagi dimasa depan yang kita tidak tahu kapan terjadinya. Membuatnya menjadi pengalaman pahit, sekaligus obat kekebalan tubuh

Konsep Resesi Ekonomi AS

Resesi Ekonomi adalah suatu keadaan dimana ekonomi suatu Negara menjadi lumpuh oleh karena daya beli masyarakat menurun drastis. Resesi ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang menurun selama dua kuartal berturut-turut. Atau bisa juga dilihat dari pertumbuhan yang terlalu rendah sehingga tidak cukup untuk menyerap para pencari kerja. Resesi diwarnai oleh produksi domestik bruto yang juga tidak tumbuh, bahkan mungkin juga terjadi kontraksi, yakni ekonomi yang anjlok lantaran sulit untuk tumbuh. Penyebabnya bisa karena bencana alam ataupun terjebak dalam system ekonomi dan perilaku masyarakat yang salah atau keteledoran.

Dalam kasus yang terjadi di AS, faktor kedua itulah yang paling dominan. Mereka bersikap teledor. Sistem ekonomi dan keuangan yang kurang mempertimbangkan hal-hal dasar, membuat “kecolongan” dan merugi triliunan dolar AS. Keteledoran ini kemudian membuahkan krisis yang dikenal sebagai krisis kredit perumahan subrime mortage, yang disadari pertengahan 2007 lalu.

Kredit perumahan Mortgage sendiri adalah utang untuk membeli properti, di mana properti tersebut kemudian dipakai sebagai jaminan. Contohnya adalah KPR. Kalau di AS dikenal dengan hipotek. Dalam kasus kredit KPR subprime, setelah memberikan kredit ke konsumen melalui mortgage broker, bank-bank pemberi kredit KPR di AS lantas menerbitkan instrumen keuangan dengan menggunakan KPR-nya sebagai underlying asset (yang dinamakan collateralized debt obligation/CDO) yang dijual ke investor. Melalui cara ini, bank tidak menghadapi risiko gagal bayar, karena telah "menjual" utangnya ke investor. Mereka membedakan jenis kredit ini berdasarkan pengutang (debitur ) dan Kredit (loan) ke dalam beberapa golongan, yakni Prime Mortgage dan Subprime Mortgage.

Prime Mortgage dan Subprime Mortgage memiliki beberapa perbedaaan. Prime mortgage biasanya diberikan kepada peminjam yang memiliki sejarah kredit yang bagus (Misalnya tidak pernah bangkrut , tidak terlambat membayar tagihan) dan dapat menunjukkan kapasitas untuk membayar kembali utangnya (misalnya pendapatan besar, rasio dari loan terhadap nilai property rendah). Subprime mortgage adalah mortgage dengan risiko yang lebih tinggi. Diberikan kepada peminjam yang tidak memenuhi kedua persyaratan di atas. Jenis pinjaman ini memungkinkan orang yang tadinya tidak bisa membeli rumah menjadi bisa membeli rumah.

Karena risiko subprime mortgage yang lebih tinggi, maka bunga yang dikenakan kepada peminjam juga lebih tinggi. Karena itu tingkat gagal bayar subprime mortgage (sekitar 7%) sementara prime mortgage sekitar 1%. Tipe kredit berisiko tinggi ini menarik di mata penyalur kredit karena menghasilkan bunga tinggi dibandingkan bunga prime mortgage. Jenis kredit subprime sebenarnya bermacam macam. Ada kredit subprime untuk pembelian rumah (KPR), Kredit pemilikan mobil, Kredit renovasi rumah dan Kartu kredit. Fenomena KPR subprime menawarkan bunga tetap murah dalam dua tahun pertama tapi, setelah dua tahun sampai akhir periode KPR yakni 28 tahun, bunganya kemudian berubah, mengambang mengikuti bunga pasar .

Dalam kondisi suku bunga yang rendah dan harga rumah yang terus naik, pemberi mortgage seolah melupakan risiko gagal bayar. Persaingan ketat, berbagai strategi marketing pun dilancarkan termasuk subrime Mortage. Dengan harga rumah yang terus naik, ada harapan sebelum tahun kedua rumah bisa dijual untuk membayar sisa mortgage, tapi kenyataannya tidak. Harga rumah menjadi lebih murah karena terlalu banyak warga AS yang tidak bisa membayar kreditnya/gagal bayar, sehingga memilih menggadaikan rumahnya tersebut dengan harga yang rendah untuk membayar tagihan kredit dan menyambung hidup. Masyarakat tidak lagi mampu berbelanja secara bebas, dan melumpuhkan sector perdagangan ritel di sana. Saham lembaga keuangan pun tergerus juga, dan terjadilah Resesi Ekonomi.

Baca juga RAHASIA dibawah ini :

BlogRoll

Popular Posts