Followers

Statistik

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

AKUNTANSI PERSEROAN

Posted by bojezh Sabtu, 23 April 2011
Klik dan Lihat Gambar!

AKUNTANSI PERSEROAN


1. PERSEROAN

Perseroan adalah badan hukum yang dapat memiliki harta kekayaan, menandatangani perjanjian, mengadakan utang-piutang dan hak serta kewajiban seperti orang-orang pribadi. Perseroan dikatakan sebagai perseroan tertutup bila saham-sahamnya hanya dimiliki oleh kalangan orang tertentu saja dan dikatakan sebagai perseroan terbuka kalau saham-sahamnya dapat dibeli oleh masyarakat bebas.
Karakteristik perseroan itu adalah sebagai berikut ini :
 Badan Hukum tersendiri atau terpisah, maksudnya perseroan sebagai badan hukum yang berdiri sendiri terpisah dari pemiliknya yang kita sebut “pemegang saham”. Perseroan memiliki hak sebagaimana dengan hak yang dimiliki oleh “manusia” yaitu dapat melakukan pembelian, pemilikan dan penjualan harta kekayaannya atas namanya sendiri bukan atas nama perusahaan. Meskipun dalam akuntansi dianggap harta tersebut milik perusahaan, namun secara hukum harta tersebut milik pribadi
 Kelangsungan hidup dan hak kepemilikan yang dapat dipindahtangankan, maksudnya sebagian besar perseroan dapat terus hidup tanpa terpengaruh oleh perubahan dalam kepemilikan saham. Pemegang saham dapat memindahkan kepemilikan saham sesuka mereka dan dapat menjual atau memperdagangkan saham kepada orang lain, memberikan saham atau mewariskannya dalam surat wasiat, atau melenyapkannya dengan cara apapun. Pemindahan saham tidak mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan.
 Tanggung jawab Utang yang terbatas, maksudnya adalah seorang pemegang saham memiliki kewajiban yang terbatas atas Utang yang dimiliki perseroan. Pemegang saham tidak mempunyai kewajiban pribadi untuk membayar kewajiban perseroan. Kerugian terbesar yang mungkin dialami oleh pemegang saham adalah sebesar investasi yang ditanamkan dalam perseroan tersebut.
 Tidak ada kewajiban bersama, maksudnya tidak ada suatu perjanjian atau kontrak yang ditandatangani oleh salah satu pemilik akan mengikat perusahaan secara keseluruhan.
 Pemisahan antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan, maksudnya pemegang saham dapat menginvestasikan uangnnya dalam perseroan tanpa harus menjalankan usaha atau mengganggu urusan pribadi. Namun hal ini apabila ditinjau dari teori manajemen akan mengakibatkan masalah, pengelola perseroan mungkin memutuskan untuk menjalankan perseroan untuk keuntungan mereka sendiri, dan bukan untuk keuntungan pemegang saham.
 Tambahan Pajak Penghasilan Perseroan, maksudnya perseroan akan dikenai pajak berganda, pajak ini mencakup pajak penghasilan yaitu pemegang saham akan membayar pajak penghasilan pribadi atas dividen yang mereka peroleh dari perseroan tersebut. Dan pajak atas laba yang diperoleh perseroan.
 Diatur oleh peraturan pemerintah, maksudnya adalah negara melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang dilakukan oleh perseroan untuk melindungi pihak-pihak yang memberikan pinjaman atau melakukan investasi dalam perseroan. Peraturan pemerintah tersebut diatur dalam pasal 59 Undang-Undang Perseroan Terbatas tahun 1995, dikatakan bahwa direksi perseroan wajib menyerahkan perhitungan tahunan perseroan kepada akuntan publik untuk diperiksa, apabila (1) bidang usaha perseroan tersebut berkaitan dengan pengerahan dana masyarakat, (2) perseroan mengeluarkan surat pengakuan Utang, atau (3) perseroan merupakan perseroan terbuka. Laporan atas hasil pemeriksaan akuntan publik tersebut akan disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) melalui direksi untuk disahkan. Setelah mendapatkan pengesahan dari RUPS, maka perhitungan tahunan tersebut akan diumumkan dalam dua surat kabar harian.

Perseroan mengeluarkan berbagai macam jenis saham yang berbeda-beda untuk menjangkau berbagai macam investor. Saham perseroan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu : (1) Saham biasa (Common Stock), (2) Saham preferen (Preferred Stock).
(1) Saham biasa (Common Stock) merupakan bagian dari modal saham, dan dianggap sebagai modal permanen dalam perseroan, karena modal ini tidak dapat diambil oleh pemegang saham dan setiap lembar saham biasa ini memiliki hak-hak yang setara.
(2) Saham preferen (Preferred Stock) adalah saham yang memiliki hak-hak istimewa untuk memikat para investor, antara lain hak suara, hak dalam pembagian laba, hak dalam pembagian kekayaan dan sebagainya. Saham preferen biasanya diberikan kepada para pendiri perseroan atau diberikan kepada orang-orang tertentu yang berjasa kepada perusahaan. Saham preferen dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu : Saham preferen partisipasi / nonpartisipasi dan saham preferen kumulatif / nonkumulatif.
Partisipasi dan nonpartisipasi
Saham Preferen
Kumulatif dan Nonkumulatif
Modal Saham
Saham Biasa

 Saham preferen partisipasi adalah saham yang selain memperoleh dividen yang tetap jumlahnya, juga ikut ambil bagian dalam pembagian keuntungan, apabila keuntungan melebihi jumlah persentase tertentu. Saham preferen nonpartisipasi hanya memperoleh dividen yang jumlahnya tetap saja. Partisipasi ini bisa partisipasi sebagian atau partisipasi penuh.
 Saham preferen kumulatif adalah saham-saham yang jika pada suatu tahun perusahaan tidak membagikan laba (dividen), maka dividen-dividen dari tahun yang tidak dibagikan tersebut dapat digabungkan dengan dividen tahun berikutnya. Sedangkan untuk saham preferen non kumulatif kebalikan dari saham preferen kumulatif yaitu apabila perusahaan tidak pada suatu tahun tidak membagikan laba, maka dividen untuk tahun tersebut tidak dapat digabungkan dengan dividen tahun berikutnya.
Pembagian Dividen
Dewan Komisaris memiliki kewenangan penuh dalam pembagian dividen saham itu pada suatu Perseroan Terbatas. Dewan komisaris ini akan mengumumkan dan mendistribusikan dividen saham kepada para pemegang saham berdasarkan laba perusahaan dan jenis saham yang dimiliki oleh para pemegang saham, dimana para pemegang saham preferen memiliki hak prioritas terhadap dividen dan memiliki kesempatan lebih besar untuk menerima dividen secara teratur dibandingkan dengan para pemegang saham biasa.

2. TRANSAKSI MODAL
Penyajian modal saham dalam neraca harus dapat menjelaskan berapa jumlah modal saham statutairnya dan berapa jumlah yang telah ditempatkan.


Akun modal dalam perseroan dapat dibedakan menjadi:
1) Jumlah nominal saham;
2) Jumlah kelebihan setoran diatas nominalnya (agio saham); dan
3) Jumlah laba yang belum dibagikan kepada para pemegang saham.

Bila perseroan menerbitkan saham tanpa nilai nominal maka harus ditentukan jumlah (nilai) yang ditetapkan. Nilai yang ditetapkan ini dianggap sebagai nilai nominalnya. Pada saat perseroan melakukan emisi saham, maka akun kas atau aktiva lain akan didebet, akun modal saham dikredit sebesar nominalnya (pari), dan kelebihan setoran dicatat dalam akun sendiri yang disebut akun agio saham.
Akun modal saham selain dipisahkan ke dalam akun modal saham dan agio saham juga harus diadakan akun modal untuk setiap jenis saham. Klasifikasi modal sendiri pada perseroan dapat dibedakan sebagai berikut:

Modal Saham Modal Saham Preferen (nominal)
Preferen Agio Saham Preferen
Modal Modal Saham Modal Saham Biasa (nominal)
Sendiri Biasa
Laba yang Ditahan Agio Saham Biasa

Bila saham perseroan pada saat emisi ditukarkan dengan aktiva selain kas, maka aktiva yang diterima sebagai setoran tersebut dicatat sebesar harga pasrnya, selisih antar harga pasar aktiva tersebut dengan nominal saham dicatat sebagai agio atau disagio saham. Bila harga pasar aktiva tersebut tidak dapat ditentukan, aktiva tersebut dapat dicatat sebesar harga pasar dari saham perseroan pada saat pertukaran terjadi. Selisih harga pasar saham dengan nominalnya akan dicatat sebagai agio (disagio).
Dalam neraca selain disajikan jumlah modal secara keseluruhan, juga sering disajikan nilai buku perlembar saham. Nilai buku perlembar dihitung dengan cara membagi alokasi modal sendiri ke setiap jenis saham dengan jumlah lembar yang beredar untuk setiap jenisnya. Nilai buku ini menunjukkan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap harga pasar saham dibursa.
Biaya organisasi (biaya pendirian) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka mendirikan perseroan. Biaya organisasi ini pada umumnya akan disajikan dalam neraca sebagai aktiva permanen. Bila dirasa biaya organisasi tidak akan bermanfaat, maka biaya organisasi diamortisasi dan dibebankan secara sistematis sebagai biaya.

MODAL
1. KLASIFIKASI MODAL
Klasifikasi modal saham dalam neraca harus diungkapkan dengan jelas. Penyajian modal saham dengan neraca harus mengungkapkan berapa jumlah modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal yang ada dalam portofolio. Selisih antar jumlah yang disetor pemegang saham dengan nominal saham dixatat sebagai Premium Modal Saham. Nama lain dari akun ini adalah Agio Modal Saham. Akun Modal Sumbangan digunakan untuk menampung sumbangan-sumbangan yang diterima perseroan. Aktiva yang diterima sebagai sumbangan dinilai sebesar harga pasar dari aktiva tersebut diterima perusahaan.
Modal ditempatkan (modal statutair) atau disebut sebagai investasi pemegang saham (shareholder investment) adalah jumlah modal yang disebut dalam akte pendirian perseroan dan merupakan jumlah maksimum, atau modal ditempatkan itu merupakan jumlah total dari dua sumber utama modal para pemegang saham.

Sumber utama modal ditempatkan (modal statutair) adalah sebagai berikut :
1. Modal yang disetorkan oleh pemegang saham dan pihak-pihak lain yang disebut dengan modal disetor (paid in capital). Sumber utama modal disetor ini dari penerbitan saham-saham atau sertifikat saham yang dapat dimiliki oleh masyarakat. Ada 2 jenis/kelas saham yaitu saham biasa dan saham preferen. Modal yang disetorkan oleh pemegang saham ini dicatat dalam akun yang terpisah bagi masing-masing jenis/kelas saham, apabila hanya terdapat satu jenis saham atau satu kelas saham maka akun tersebut diberi nama saham biasa (common stock) atau modal saham (capital stock). Sumber modal disetor lain bisa berasal dari sumbangan (donasi) aktiva dari kelompok masyarakat atau pemerintah daerah yaitu berupa tanah atau bangunan sebagai insentif agar perseroan tersebut berlokasi pada komunitasnya. Modal disetor ini dengan Modal Sumbangan.
2. Laba bersih yang ditahan dalam perusahaan, yang dinamakan dengan laba ditahan (retained earnings). Laba ditahan berasal dari operasi perusahaan. Laba bersih meningkatkan laba ditahan sementara dividen mengurangi laba ditahan, jadi laba ditahan mencerminkan laba bersih kumulatif perseroan yang belum didistribusikan kepada para pemegang saham sebagai dividen. Saldo Laba ditahan ini tidak boleh diintreprestasikan sebagai kas yang tersisa setelah dividen dibagikan karena laba yang ditahan dalam bisnis dan bagian kas dari laba tersebut biasanya digunakan oleh pihak manajemen apabila perusahaan membutuhkan modal yang lebih banyak untuk memperbaiki atau memperluas operasi perusahaan. Namun untuk membedakan laba ditahan yang bebas digunakan dan yang dibatasi penggunaannya dibuat akun khusus yang diberi nama sesuai dengan maksud diadakan penyisihan tersebut. Apabila perusahaan menyisihkan laba ditahan untuk ekspansi perusahaan, maka akun tersebut diberi nama “penyisihan ekspansi perusahaan”. Apabila dalam perseroan terdapat akun penyisihan maka laporan laba yang ditahan dibagi menjadi dua bagian, yaitu : (1) menjelaskan bagian laba yang ditahan disisihkan, dan (2) menjelaskan bagian laba yang penggunaannya tidak dibatasi dan jumlah dari kedua bagian ini kemudian disajikan dalam neraca.


2. JENIS DIVIDEN
Dividen adalah pembagian laba yang dilakukan oleh suatu perseroan kepada para pemegang saham. Dividen dibagikan dalam jumlah yang sama untuk setiap lembar sahamnya dan besarnya dividen yang diumumkan oleh Dewan Komisaris tergantung pada sisa keuntungan setelah dikurangi dengan potongan-potongan yang ditentukan dalam akte pendirian dan juga tegantung dari keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS). Pembayaran dividen biasanya diumumkan melalui surat-surat kabar dan dapat diperoleh dengan menukarkan tanda dividen kepada perseroan yang bersangkutan. Suatu perseroan harus memenuhi 3 (tiga) kondisi berikut ini agar dapat membayar dividen, yaitu : (1) laba ditahan yang mencukupi (2) kas yang memadai dan (3) tindakan formal dari dewan komisaris.

Dividen dibedakan menjadi 2 (dua) berdasarkan bentuknya, yaitu :
1. Dividen Tunai (cash divident), dividen tunai adalah distribusi laba atau dividen dalam bentuk kas dan biasanya dinyatakan dalam rupiah atau presentase. Laba ditahan yang besar atau tinggi tidak selalu berarti sebuah perseroan memiliki kas yang banyak dan mampu membayar dividen tunai. Direksi akan mempertimbangkan faktor-faktor berikut dalam menentukan besarnya dividen :
 Posisi modal kerja perusahaan
 Sumber-sumber yang diperlukan untuk rencana perluasan operasi (ekspansi) atau penggantian fasilitas.
 Tanggal jatuh tempo utang yang besarnya cukup berarti
 Prospek usaha dimasa depan dan ramalan perekonomian dan industri di masa depan.
Sebenarnya Dewan Komisaris suatu perseroan tidak diwajibkan oleh undang-undang untuk mengumumkan dividen, seringkali perseroan tetap mengumumkan dividen dan mempertahankan catatan dividen yang stabil meskipun keadaan perseroan tersebut tidak stabil, hal ini dilakukan agar para investor tidak pindah ke perseroan lain. Pada pengumuman dividen mencakup tiga tanggal penting, yaitu : tanggal pengumuman, tanggal pencatatan, dan tanggal pembayaran.
2. Dividen Saham (stock dividen), dividen saham adalah distribusi dividen tidak dalam bentuk kas melainkan saham kepada para pemegang saham. Dividen saham dapat juga diberikan dalam bentuk saham biasa kepada para pemegang saham preferen atau berupa saham preferen kepada para pemegang saham biasa. Dividen saham ini juga merupakan penanaman kembali laba yang diperoleh perusahaan guna membeli fasilitas baru atau ekspansi kegiatan perusahaan.

Membuat jurnal atau pencatatan transaksi dividen
Dalam membuat jurnal atau pencatatan transaksi pada kedua jenis dividen tersebut secara garis besar sama, yang pertama pencatatan atau ayat jurnal pada saat pengumuman dividen adalah dengan mendebit dividen sebesar nilai wajar (harga pasar) saham yang diterbitkan dan mengkredit utang dividen bagi jenis saham yang bersangkutan sebesar nilai nominal atau nilai ditetapkan saham biasa yang diterbitkan. Selisih antara nilai wajar saham dengan nilai yang ditetapkan atau nilai nominal dicatat sebagai premium modal saham atau nama lainnya Agio modal saham. Kedua pencatatan atau ayat jurnal pada saat saham diterbitkan pada tanggal pembayaran dividen maka dividen saham yang dapat didistribusikan didebit dan saham biasa dikredit sebesar nilai nominal atau nilai ditetapkan saham yang diterbitkan.

Baca juga RAHASIA dibawah ini :



Related Post:

0 comments

Poskan Komentar

BlogRoll

Popular Posts