Followers

Statistik

Diberdayakan oleh Blogger.

SAHAM PREFEREN

Posted by bojezh Selasa, 03 Mei 2011
Klik dan Lihat Gambar!

Saham preferen (preferred stock) adalah saham dengan kelas khusus yang ditetapkan sebagai “preferen” (istimewa) karena saham ini memiliki beberapa preferen atau kelebihan yang tidak dimiliki oleh saham biasa. Karakteristik berikut adalah yang paling sering berkaitan dengan penerbitan saham preferen:

1. Preferern atas dividen

2. Preferen atas aktiva pada saat likuidasi

3. Dapat dikonversi menjadi saham biasa.

4. Dapat ditebus pada opsi perseroan.

5. Tidak mempunyai hak suara.



Karakteristik yang membedakan saham preferen dengan saham biasa mungkin terletak dari pada sifatnya yang lebih tertutup dan negatif di samping preferensinya; misalnya, saham preferen tidak memiliki hak suara, tidak kumulatif, dan nonpartisipasi.

Saham preferen biasanya diterbitkan dengan suatu nilai pari, dan preferensi dividen dinyatakan sebagai suatu persentase dari nilai pari. Jadi pemegang saham preferen 8%, dengan nilai pari Rp900.000 memberikan hak dividen tahunan Rp72.000 per saham. Saham ini biasanya disebut saham preferen 8%. Dalam kasus saham preferen tanpa nilai pari, preferen dividen dinyatakan sebagai jumlah rupiah spesifik (specific rupiah amount) per saham, misalnya Rp63.000 per saham. Saham ini umumnya disebut saham preferen Rp63.000. preferen untuk dividen tidak memastikan bahwa dividen akan membayar; hal itu hanya merupakan jaminan bahwa tingkat dividen yang ditetapkan atau jumlah yang dapat ditetapkan pada saham preferen harus dibayar sebelum ada dividen yang dibayar untuk saham biasa.



Karakteristik Saham Preferen

Sebuah perseroan dapat menyertakan preferensi atau batasan pada setiap kombinasi yang diinginkan untuk penerbitan saham preferen sepanjang tidak bertentangan secara spesifik dengan hukum negara, dan perseroan itu dapat menerbitkan lebih dari satu kelompok saham preferen. Karakteristik paling umum yang melekat pada saham preferen akan dibahas berikut ini.

1. Saham Preferen Kumulatif. Dividen yang tidak dibayar dalam suatu tahun harus dibayar dalam tahun berikutnya sebelum laba dapat dibagikan kepada pemegang saham biasa. Jika direktur tidak mengumumkan dividen pada tanggal pembagian dividen yang biasa, maka dividen itu disebut sebagai “passed” (terlewat). Setiap dividen yang terlewat atas saham preferen kumulatif merupakan dividen tertunggak (dividen in arrears). Karena tidak ada kewajiban yang terjadi sampai dewan direksi mengumumkan dividen, maka dividen tertunggak tidak dicatat sebagai kewajiban tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. (Menurut common law, jika akta perusahaan tidak menyebutkan karakteristik kumulatif, maka saham preferen dipertimbangkan sebagai kumulatif). Saham preferen nonkumulatif jarang diterbitkan karena dividen yang terlewat akan hilang selamanya bagi pemegang saham preferen dan penerbitan saham ini tidak dapat dipasarkan.



2. Saham Preferen Partisipasi. Pemegang saham preferen partisipasi membagi rata dengan pemegang saham biasa setiap pembagian laba di luar tingkat yang ditentukan. Jadi, saham preferen 5%, jika berpartisipasi penuh, akan menerima tidak hanya pengembalian 5%, tetapi juga dividen pada tingkat yang sama seperti yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa jika jumlah yang melebihi 5% dari nilai pari atau nilai ditetapkan dibayarkan kepada pemegang saham biasa. Selain itu, saham preferen partisipasi juga tidak selalu berpartisipasi penuh sebagaimana telah diuraikan, tetapi berpartisipasi sebagian (parsial). Sebagai contoh, ketentuan dapat diberlakukan bahwa saham preferen 5% akan berpartisipasi sampai maksimum total tingkat 10%, setelah itu saham berhenti berpartisipasi dalam pembagian laba tambahan; atau saham preferen 5% hanya dapat berpartisipasi pada pembagian laba tambahan yang melebihi tingkat dividen 9% atas saham biasa. Meskipun saham preferen partisipasi tidak digunakan secara ekstensif (tidak seperti ketentuan kumulatif), namun contoh perusahaan yang telah menggunakan saham preferen partisipasi adalah LTV Corporation, Southern California Edison, dan Allied Products Corporation.



3. Saham Preferen Konvertibel. Pemegang saham dapat, menurut opsinya, menukar saham preferen menjadi saham biasa pada rasio yang telah ditentukan sebelumnya. Pemegang saham preferen konvertibel tidak hanya menikmati klaim preferen atas dividen tetapi juga memiliki opsi konversi ke pemegang saham biasa dengan partisipasi tak terbatas atas laba.



4. Saham Preferen yang Dapat Ditarik. Perusahaan penerbit saham dapat menarik atau menebus, pada opsinya, saham preferen yang beredar pada tanggal tertentu di masa depan dan pada harga yang ditentukan. Banyak penerbit saham preferen bersifat dapat ditarik. Harga penarikan atau penebusan biasanya ditetapkan sedikit di atas harga penerbitan awal dan biasanya ditentukan pada satuan yang berkaitan dengan nilai pari. Karakteristik dapat ditarik memungkinkan perusahaan menggunakan modal yang diperoleh melalui penerbitan saham semacam itu, sampai kebutuhan telah terpenuhi atau saham tidak menguntungkan lagi. Keberadaan harga penarikan ini cenderung menetapkan plafon nilai pasar saham preferen kecuali jika hal itu bersifat konvertibel untuk saham biasa. Jika saham preferen ditarik untuk ditebus, maka setiap dividen yang tertunggak harus dibayar.



Saham preferen seringkali diterbitkan sebagai pengganti hutang karena rasio hutang terhadap ekuitas perusahaan terlalu tinggi. Dalam contoh lainnya, penerbitan dilakukan melalui penempatan swasta dengan perusahaan lain pada tingkat dividen yang lebih rendah dari dividen pasar, karena perusahaan yang membeli akan menerima dividen yang sebagian besar bebas pajak (terhutang kepada IRS 70% atau 80% dari dividen mendapatkan pengurangan).

Baca juga RAHASIA dibawah ini :



Related Post:

0 comments

Poskan Komentar

BlogRoll

Popular Posts